omicron

Varian Terbaru Virus Corona yang Sudah Terdeteksi di Indonesia

Varian Terbaru Virus Corona yang Sudah Terdeteksi di Indonesia

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu varian baru virus Corona, Omicron.

Dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, varian baru virus Corona ini terdeteksi di Indonesia.

Apa itu Omicron?

Jawaban dari pertanyaan ini saat ini sedang dicari tahu masyarakat. Baru ini pemerintah mengumumkan varian baru Covid Omicron sudah masuk Indonesia.
Omicron adalah varian baru virus Corona yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada 24 November lalu. Kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia pertama kali terkonfirmasi pada satu pekerja Rumah Sakit Wisma Atlet, Jakarta.

Lalu, apa itu Omicron yang merupakan Varian Terbaru Virus Corona yang Sudah Terdeteksi di Indonesia? Simak informasinya berikut ini.

Varian baru virus corona B.1.1 529 atau yang dinamakan Omicron ini
mempengaruhi situasi epidemiologis di Afrika Selatan dan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang dilaporkan, yang terakhir didominasi varian Delta.

WHO menjelaskan, dalam beberapa minggu terakhir, infeksi telah meningkat tajam di Afrika Selatan, bertepatan dengan deteksi varian B.1.1.529.

Infeksi B.1.1.529 terkonfirmasi pertama yang diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus pertama COVID-19 varian omicron di Indonesia pada Kamis (16/12).

“Kementerian Kesehatan telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember, data-datanya sudah kita konfirmasikan ke GISAID dan telah dikonfirmasi kembali dari GISAID bahwa memang data ini data sequencing Omicron,” kata Menkes dalam keterangan pers perkembangan pandemi COVID-19.

Menkes mengatakan bahwa penyebaran Omicron terbukti sangat cepat. Di Inggris misalnya dari 10 kasus/hari saat ini sudah mencapai 70.000 kasus/Hari. Jauh lebih tunggi dari puncak kasus di Indonesia pada bulan Juli di angka 50.000 kasus/hari.

Terkait dengan temuan ini, Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi COVID-19 terutama untuk kelompok rentan dan lansia serta tidak perlu bepergian ke luar negeri jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T.

“Kedatangan varian baru dari luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat. Jadi wajar kalau harus stay 10 hari di karantina. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang yang datang, tapi melindungi seluruh masyarakat Indonesia” tutup Menkes.

Biar kamu bisa terus dapat melihat kegiatan kami silahkan follow sosial media kami di :
Instagram, Youtube, Facebook, dan Website kami.

Klik link hubungi admin dibawah untuk mendapatkan kursus bahasa Inggris terbaik dan terakreditasi (A)
Hubungi Admin!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *